Posts

Showing posts with the label Sejarah

Dukungan Spontan dan Tindakan Heroik di Berbagai Daerah di Indonesia

A.   Dukungan Spontan Terhadap Proklamasi Setelah mendengar berita proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, rakyat menyambut dengan gembira dan penuh semangat untuk mempertahankannya. Hal ini nampak dari dukungan spontan terhadap proklamasi. Dukungan spontan ini umumnya bertujuan mengusahakan secepatnya tegaknya negara Republik Indonesia. 1.      Komite Van Aksi Komite Van aksi merupakan utusan Laskar perjuangan yang terdiri dari Angkatan Pemuda Indonesia (API), Barisan Rakyat Indonesia (BARA), Barisan Buruh Indonesia (BBI), dan lain-lain.  Pada 2 September 1945 memberikan dukungan terhadap negara kesatuan RI dengan mengeluarkan sebuah manifesto yang disebut “Suara Rakyat Nomor 1”. 2.      Pernyataan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Di Yogyakarta, Sultan Hamengkubuwono IX menyatakan “Negeri Ngayogyakarta Hadiningrat” yang bersifat kerajaan, sebagai daerah istimewa dalam wila...

Peran Bir Di Kehidupan Mesir Kuno

Image
Di masa yang lampau, bir merupakan minuman pokok bagi rakyat biasa Mesir pada waktu itu dan sering disajikan pada waktu makan kalangan atas atau orang kaya Mesir. Minuman berakohol ini juga sering disertakan dalam persembahan untuk dewa. Dalam memberi upah karyawan bir juga dijadikan alatnya. Di kala itu, seorang pekerja di daerah Giza, akan menerima bir 3 kali sehari sebagai upah bekerjanya. Namun, bir pada masa Mesir kuno tidak begitu memabukkan. Konon, bir Mesir kuno justru bergizi, kental, dan manis. Karena bahan utama bir Mesir kuno terbuat dari roti yang berasal dari adonan beragi yang penuh , termasuk gandum. Menurut cerita legenda, satu dari sembilan dewa Mesir kuno yang berandil dalam pembuatan Mesir bawah atau Osiris, mengajarkan seni pebuatan bir pada masa itu. Proses peragian bir yang dilakukan secara tradisional bukan hanya dikerjakan oleh para perempuan, tapi masih ada beberapa dari mereka yang melakukanya untuk mendapatkan uang tambahan atau barang barter yang bergun...

Pura Khayangan Tiga

1. Pengertian        Secara etimologi kata Kahyangan Tiga terdiri dari dua kata yaitu kahyangan dan tiga. Kahyangan berasal dari kata  hyang  yang berarti suci mendapat awalan ka dan akhiran an, an menunjukkan tempat dan  tiga  artinya tiga. Arti selengkapnya adalah tiga buah tempat suci, yaitu Pura Desa atau disebut pula Pura Desa/Bale Agung  ,  Pura Puseh  dan yang ketiga adalah  Pura Dalem  . Kahyangan Tiga terdapat pada setiap desa Adat di Bali. Apabila jumlah desa Adat di Bali 1456 buah, maka jumlah Pura Kahyangan Tiga akan menjadi tiga kali jumlah desa Adat sehingga menjadi 4368 buah pura. Pada beberapa desa adat di Bali kadang kala penempatan Pura Puseh digabungkan dengan Pura Desa sehingga tampaknya seperti hanya satu pura tetapi sebetulnya adalah tetap dua buah pura. Desa adat sebagai lembaga sosial tradisional adalah pengelompokan sosial berdasarkan kesatuan teritorial ditandai mereka bertempat tinggal dalam wil...