Posts

Showing posts with the label cerita bali

Asal Mula Selat Bali

Pada jaman dulu di kerajaan Daha hiduplah seorang Brahmana yang benama Sidi Mantra yang sangat terkenal kesaktiannya. Sanghyang Widya atau Batara Guru menghadiahinya harta benda dan seorang istri yang cantik. Sesudah bertahun-tahun kawin, mereka mendapat seorang anak yang mereka namai Manik Angkeran. Meskipun Manik Angkeran seorang pemuda yang gagah dan pandai namun dia mempunyai sifat yang kurang baik, yaitu suka berjudi. Dia sering kalah sehingga dia terpaksa mempertaruhkan harta kekayaan orang tuanya, malahan berhutang pada orang lain. Karena tidak dapat membayar hutang, Manik Angkeran meminta bantuan ayahnya untuk berbuat sesuatu. Sidi Mantra berpuasa dan berdoa untuk memohon pertolongan dewa-dewa. Tiba-tiba dia mendengar suara, “Hai, Sidi Mantra, di kawah Gunung Agung ada harta karun yang dijaga seekor naga yang bernarna Naga Besukih. Pergilah ke sana dan mintalah supaya dia mau memberi sedikit hartanya.” Sidi Mantra pergi ke Gunung Agung dengan mengatasi segala rintangan. ...

Saraswati dan Makna Mitos Watugunung

Satu di antara hari terpenting Pawukon adalah Saraswati. Ini merupakan hari penutup siklus Pawukon. Pada hari tersebut, masyarakat Hindu menghaturkan banten pada lontar dan buku, serta mabakti kepada Dewi Saraswati, Dewi Ilmu Pengetahuan. Keesokannya, pada hari Banyu Pinaruh, yaitu hari pertama siklus Pawukon berikutnya, mereka melakukan penyucian ritual di sungai atau laut. Rentetan upacara ini diyakini sebagai pergantian siklus, dari suatu Pawukon ke Pawukon berikutnya. Mitos Watugunung sendiri mengisahkan inses seorang putra, Sang Watugunung, dengan ibunya, Sinta. Setelah campur tangan Dewata, hubungan aib ini diputus dengan diciptakannya kalender, dengan titik batas hari Saraswati sebagai pemisah antara wuku terakhir (Watugunung) dengan wuku awal (Sinta). Karena bandel, kepala Watugunung kecil terluka oleh amarah ibunya. Ia pergi dan mendapat kesaktian. Muncul angkara murkanya terhadap wanita, raja-raja, dan akhirnya ibunyaóyang lalu dikawininya. Di peraduan, Dewi ...

Cupak & Gerantang

CUPAK LAN GRANTANG Ada katuturang satua, I Cupak teken I Grantang. Menyama ajaka dadua. I Cupak ane kelihan, I Grantang ane cerikan. Goba lan parilaksanan kaka adi punika doh pesan matiosan. I Cupak gobane bocok, kumis jempe, kales, brenges, lan bok barak keke alah duk. Basang gede madaar kereng pesan. Nanging joh bina ajaka adine I Grantang. I Grantang pengadegne lanjar, goba alep bagus, asing-asing anake ngantenang makejang ngedotang. Kemikane manis tur anteng magarapan. Kacarita sedek dina anu, I Cupak ajak I Grantang matekap di carike, I Grantang matekap nututin sampi, nanging I Cupak satate maplalianan dogen gaene. Tusing pesan I Cupak ngrunguang adine magae. Disubane I Grantang suud matekap mara I Cupak teka uli maplalianan. Yadiastun keto bikas beline masih luung penampene I Grantang. I Grantang ngomong munyine alus tur nyunyur manis. "Kemu beli malunan mulih tiang lakar manjus abedik. "Icupak masaut gangsar,"Lamun keto kola lakar malunan mulih, adi. I Cupa...

Anak Suputra

Image
Salah satu tingkatan dalam sistem Catur Asrama Dharma adalah Grahasta , atau masa berumah tangga. Seorang penganut Veda tidak diwajibkan untuk melalui tingkatan ini, tetapi dia bisa langsung meloncatinya dari masa Brahmacari (masa menuntut ilmu) ke masa Vanaprasta . Dikatakan bahwa orang yang tekun dalam kerohanian dan tetap membujang seumur hidupnya sudah pasti akan mencapai mukti (alam rohani). Hanya saja cengkraman maya pada jaman Kali Yuga ini sangatlah kuat sehingga Guru Kerohanian dari Parampara Gaudya Vaisnava mengatakan bahwa jauh lebih aman mengikuti Catur Asrama secara normal, yaitu dengan melewati masa Grahasta . Tujuan tingkatan hidup Grahasta adalah untuk menghasilkan anak yang suputra (yang memiliki kesadaran akan Tuhan dan berjalan dalam pondasi Dharma) dan bahu membahu bersama pasangan dalam melaksanakan berbagai yajna (korban suci) sehingga kedua-duanya berangsur-angsur akan terangkat ke dalam tataran kerohanian yang lebih tinggi. Orang yang menapak kehidupan ...